Jumat, 10 Oktober 2014

Anekdot Tanda-tanda Pemalas


Oleh :
ü  Mulyanto
ü  Khabib L.A
ü  Ridho Kristianto
ü  Nur Muarifah
ü  Fifik Ayu M
ü  Wasi’aturrohmal Maula

Suatu ketika, ada seorang anak bernama Einstein. Dia banyak diledek, karena namanya seperti Albert Einstein. Ketika dia duduk diteras sekolah dia terlihat blonga-blongo, teman-temannya selalu berpikir bahwa dia tak sepintar Albert Einstein. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Karena bel sudah berbunyi semua siswa masuk ke kelas, dan sang guru pun sudah memasuki kelas tersebut, dengan menaruh buku dimeja, sang guru menyuruh para siswanya “anak-anak ayo keluarkan tugas yang kemarin diberikan. Sudah dikerjakan kan ?” . Para siswa menjawab dengan serentak “sudaahh !!!” sang guru berjalan mengelilingi siswanya sambil membuka-buka buku tugas mereka, “baiklah saya periksa ya ??” kata sang guru.
Murid-murid terdiam. Betapa terkejutnya guru tersebut ketika melihat pekerjaan semua murid yang mengumpulkan. Namun, hanya tugas Einsteinlah yang mendekati sempurna. Hingga pada akhirnya sang guru berkata “ Saya sangat kecewa dengan pekerjaan kalian!!! Harusnya kalian menjabarkan, kenapa rata-rata jawabnya hanya 1 kalimat ?? Semua murid terdiam tak menghiraukan pertanyaan dari sang guru, tiba-tiba sang guru menepuk pundak Einstein sambil berkata  “Einstein, selamat ! Hanya tugas kamu yang mendekati sempurna !”.
“Apa bu ?? Akuu ?? Oh serius bu ?? Terimakasih” kata Einstein yang tak percaya dengan pujian sang guru.
Lalu sang guru bertanya pada Einstein “Menurut kamu, bagaimana dengan teman-temanmu ini ??” ,dengan tegas Einstein menjawab “Saya rasa mereka terkena tanda-tanda pemalas bu” dengan mengerutkan keningnya sang guru berbalik tanya “Loh, kok bisa ??” Einsteinpun menjawab “Iyalah mempersingkat apa yang harus dikerjakan, acuh tak acuh, mementingkan kepentingan pribadi, dikelas suka bermain ponsel, yang pasti suka lirik-lirikan dengan lawan jenisnya bu” lalu bertanyalah sang guru “Loh ?? Jadi kalau saya sedang main ponsel untuk berkomunikasi dengan suami saya , dan kalau saya lirik-lirikkan dengan kamu , berarti saya seorang pemalas dong ??” dengan tegas Einstein menjawab “ya iya keleus, sudah jelas didepan pintu/mading, tertulis : “MATIKAN PONSEL SAAT KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR” dan pepatah mengatakan “LIRIK-LIRIKAN DAPAT MENIMBULKAN FITNAHH !!”

“hahahahahahah betul keleuss” semua siswa serentak tertawa, sang guru hanya bengong dan bingung sendiri. Kemudian bel istirahatpun berbunyi, dan semua siswa beergegas keluar dari kelas, pelajaranpun selesai.

AMANAT : memang tak ada manusia yang sempurna, banyak yang menomor satukankepentingan pribadi daripada kepentingan bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar