Oleh :
ü Mulyanto
ü Khabib L.A
ü Ridho Kristianto
ü Nur Muarifah
ü Fifik Ayu M
ü Wasi’aturrohmal Maula
Suatu ketika, ada seorang
anak bernama Einstein. Dia banyak diledek, karena namanya seperti Albert
Einstein. Ketika dia duduk diteras sekolah dia terlihat blonga-blongo,
teman-temannya selalu berpikir bahwa dia tak sepintar Albert Einstein. Namun
yang terjadi justru sebaliknya.
Karena bel sudah berbunyi
semua siswa masuk ke kelas, dan sang guru pun sudah memasuki kelas tersebut,
dengan menaruh buku dimeja, sang guru menyuruh para siswanya “anak-anak ayo
keluarkan tugas yang kemarin diberikan. Sudah dikerjakan kan ?” . Para siswa
menjawab dengan serentak “sudaahh !!!” sang guru berjalan mengelilingi siswanya
sambil membuka-buka buku tugas mereka, “baiklah saya periksa ya ??” kata sang
guru.
Murid-murid terdiam. Betapa
terkejutnya guru tersebut ketika melihat pekerjaan semua murid yang
mengumpulkan. Namun, hanya tugas Einsteinlah yang mendekati sempurna. Hingga
pada akhirnya sang guru berkata “ Saya sangat kecewa dengan pekerjaan kalian!!!
Harusnya kalian menjabarkan, kenapa rata-rata jawabnya hanya 1 kalimat ?? Semua
murid terdiam tak menghiraukan pertanyaan dari sang guru, tiba-tiba sang guru
menepuk pundak Einstein sambil berkata
“Einstein, selamat ! Hanya tugas kamu yang mendekati sempurna !”.
“Apa bu ?? Akuu ?? Oh serius
bu ?? Terimakasih” kata Einstein yang tak percaya dengan pujian sang guru.
Lalu sang guru bertanya pada
Einstein “Menurut kamu, bagaimana dengan teman-temanmu ini ??” ,dengan tegas
Einstein menjawab “Saya rasa mereka terkena tanda-tanda pemalas bu” dengan
mengerutkan keningnya sang guru berbalik tanya “Loh, kok bisa ??” Einsteinpun
menjawab “Iyalah mempersingkat apa yang harus dikerjakan, acuh tak acuh,
mementingkan kepentingan pribadi, dikelas suka bermain ponsel, yang pasti suka
lirik-lirikan dengan lawan jenisnya bu” lalu bertanyalah sang guru “Loh ?? Jadi
kalau saya sedang main ponsel untuk berkomunikasi dengan suami saya , dan kalau
saya lirik-lirikkan dengan kamu , berarti saya seorang pemalas dong ??” dengan
tegas Einstein menjawab “ya iya keleus, sudah jelas didepan pintu/mading,
tertulis : “MATIKAN PONSEL SAAT KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR” dan pepatah
mengatakan “LIRIK-LIRIKAN DAPAT MENIMBULKAN FITNAHH !!”
“hahahahahahah betul
keleuss” semua siswa serentak tertawa, sang guru hanya bengong dan bingung
sendiri. Kemudian bel istirahatpun berbunyi, dan semua siswa beergegas keluar
dari kelas, pelajaranpun selesai.
AMANAT : memang tak ada
manusia yang sempurna, banyak yang menomor satukankepentingan pribadi daripada
kepentingan bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar