Rabu, 08 Oktober 2014

Anekdot Murid yang Bego


Oleh :                                           
Akhsinat Toyyibah
Arina Muntafiah
Arwa Aini Tsania
Khoirul Ilmiyah
M. Makin Diyaul C
Risalatun Nisa

Suatu ketika ada seorang anak yang melamun dan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri di dalam hati (sebut saja namanya Nina), dan ia berkata “Mengapa dia selalu nomor satu di depan guru, sedangkan aku tak pernah satu pun menjadi nomor satu kecuali jika aku membuat kesalahan....? Dannnn, saat itu lah aku menjadi nomor satu!
“Teng-teng-teng”, bel pun berbunyi mengejutkan Nina.
“E... copot, e... copot”
“Bel apa itu, tsan?” tanya Nina.
“Bel pulang...! Bel masuklah”. jawab Tsania
      “Emang sekarang jam berapa ?”
      “Kamu itu ya, dari tadi nanya-nanya mulu, apa kamu sudah pikun ea, sekarang itu jam 07.15 ”
      “Oooo.. maaf-maaf aku tadi ngalamun, jadinya lupa, hehehehe.”
      “KBB deh ”
      “Apaannnn tuh, KBB ?”
      “KeBiasaan Buruk”
      “Ohhhh kirain ?!!!!!!!!#$”
      “APA !!! ”
      “Nggak pa-pa hehehehe..”
      “Ahh nggak usah dibahas, yukk kita masuk”.
      “Yukkk,!”
Pada jam pertama kelas X MIPA adalah pelajaran matematika dan ada PR.
“Anak-anak sudah mengerjakan tugasnya yang Ibu beri kemarin??”, sang guru bertanya.
“Sudah buuuu.......”, murid menjawab.
“Bagus”, Bu guru menambah kalimatnya.
“Belum buuu...”, Nina menjawab.
“Lhoww kenapa kamu tidak mengerjakan tugasnya???” Bu Guru bertanya.
“Saya kan jawabnya belum.. bukan tidak, kalau belum kan tandanya saya akan mengerjakan entah itu kapan saya akan mengerjakannya.
“Ooo.. Iya-iya benar juga kata kamu, yaa sudah sekarang tugasnya kerjakan dulu, Ibu beri waktu 5 menit”.
“Ya buuuu”,
         Setelah 5 menit kemudian Sang Guru bartanya kepada Nina.
        “Sudah selesai tugasnya,”
        “Sudah buuuu, tapi masih ada yang kurang,”
        “Gimana sich, masak belum selesai..” Dengan enteng nina menjawab.
        “Itulahh buuu, kekurangan saya, tugasnya masih ada yang kurang,” 
        “ Ooooooo,, itu yaa, kekurangan  kamu.., sekarang ini kelebihan saya,”
        “Apa bu …………????????”
        "Saya akan menghukum kamu”
        “Lhoh,, kok gitu bu,”
Dengan tegas Bu Guru menyeret Nina.
        “Sudah sekarang ikut Bu Guru, !”  Sesampainya di kamar mandi, Bu Guru mengambilkan sikat.
        “Inii!! (sambil memberikan sikat itu kepada Nina)
        "Sekarang bersihkan toilet ini!!”
        “Lhooooooooo,...”
Sebelum Nina menjawab, Bu Guru memotong kalimat Nina.
        “Sudah, gak usah banyak alasan atau Ibu tambah lagi hukumannya?!”
        “Jangan bu, saya mohon jangannn,”
Nina membersihkan toilet sambil  bernyanyi.
         "Ibu tiri………….

          Hanya cinta……..

          Kepada ayah ku saja ………….huhuhu"
Didalam hati  ia berkata, “Lho, kok aku nyayi itu, apa hubungannya dengan Bu Guru, sungguh bodohnya aku”.
Tiba-tiba ada segerombol laki -laki yang datang ke toilet itu dan satu dari segerombol laki- laki  itu mengejek Nina.
“Haii kamu, kenapa kok kamu harus bersihin toilet.. Hahahahahahahahahahahahahahahah bauuuu!!”
Di dalam hati Nina berkata, (Ohh My Godd, Oh My Noow, Oh My Why, dia dia dia pangeran kodok ku)
“Biarin yang penting happy”
“Masa bersihin toilet kamu happy??? Orang aneh.........hahahahahahahahahahahaha”
Di dalam hati Nina berkata, “Iyalahh, happy kan ada kamu” tapi Nina tak berani berkata apa-apa dan segerombol lelaki itu berlalu meninggalkan Nina. (Ooo, iya sebut saja lelaki itu Kevin).
Setelah membersihkan toilet, Nina kembali ke kelas dan yang berada di kelas bukan guru MTK, tetapi guru Seni Budaya.
“Assalamualaikum... Bu, maaf saya terlambat,” 
“Yaa, silahkan masuk,” dengan cuek guru itu menjawab. 
“(Jawab salam aja belum... ngapain sewot)” batin Nina.
“Yaaa Bu, TERIMA KASIH”, Nina membalas dengan sewot juga.
“Hahahahah.. makan tu cuek,” kata Tsania
“Apa bisa cuek di makan ?????” tanya Nina
“Yaaa ngak bisa sihhh”
“Kalau cuek  bisa di makan akan aku muntahin ke dia ” (sambil menunjuk guru seni budaya )
“Husy jangan gitu nanti kualat lho”
“Biarin!!!!!!!”
Berapa jam kemudian waktu pulang pun tiba.
“Teeeng-teeeng..” murid pun bergembira tapi, guru tidak merespon bunyi bel tersebut malahan sang guru melanjutkan pelajaran.
“Anak-anak, apa arti dari instrumen?” tanya sang Guru.
“Pulang bbuuuuuu,” jawab murid
“Salah... kalian tadi tidak memperhatikan yaa?”
“Pulangggg, buuu,”
“Ooooo, saya tau apa yang kalian maksud,” hati murid-murid pun lega mendengarnya.
“Kalian minta ulangan, ya?” tapi mendengar lanjutan kata itu murid-murid tak jadi gembira. Mereka hanya diam.
“OK, fiks, minggu depan kita ulangan, sekian dari saya, apabila banyak kekurangan......”
            “Banyak buuuu...” murid memotong kalimat guru tetapi guru tetap cuek dan melanjutkan ucapannya.
            “Saya minta maaf,,”
            “Tidak kami maafkan buuu,,” :D
Dan sang guru pun tetap cuek.
            “Wassalamualaikum, ...”
              SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar