Oleh :
Muhammad Ali Murtadho :D
Di suatu malam yang sangat dingin. Ada seorang
santri yang bernama Bayu dan ia sedang merasakan indahnya jatuh cinta. Ia
memandang ke langit dan disitu bertaburlah bintang-bintang yang sangat indah.
Tak sengaja ia teringat kepada si cewe.
Terlintas di pikiran si Bayu untuk membuat
suatu karangan yang akan dia khususonkan kepada si cewe idolanya (So Sweet).
Lalu, ia bersiap ke tempat yang ia pikir cukup sunyi yaitu di “Ngedag”. Tak lupa ia pergi kesana dengan
membawa secangkir kopi dan sebungkus rokok.
Sesampainya di ngedag , ia berpikir dimana tempat
yang nikmat untuk membuat karangan dan memunculkan inspirasi. Akhirnya,
ia pun tahu dimana tempat yang cocok yaitu di ujung. Lalu ia duduk santai
sambil menyalakan rokok.
“Allamak…. Gimana bisa nyala orang koreknya
saja tak ku bawa?” kata si Bayu. Ia turun lagi untuk mengambil korek beserta HP
barunya yang baru saja di beli dari konter HP (yaiyalah, masak di sawah? Kan
nggak mungkin). Sebelum ia kembali ke ngedag,
ia mengeraskan volume dering HP barunya itu. Namun, saat di tengah perjalanan,
tiba-tiba ia kebelet dan bahkan sudah di ujung. Ia langsung saja ke WC dan
langsung melepaskan “BOOM” nya.
Tiba-tiba dia pun tanpa sadar tertidur saat mengeboom.
Tiba-tiba temannya menelpon dirinya (kan volumenya keras tuh) dan berbunyilah
dengan sangat kerang “teng-teng-teng-teng-teng-teng-teng-teng.”
Namun ia tetap tertidur, di luar WC ada dua orang yang mengantre dan salah satu
berkata,”eh itu HP mu?” yang satunya menjawab, “tidak, mungkin yang sedang
didalam itu.” Belum sadar, Bayu mendengar kata mereka dan ia berkata, “Iya ini
HP ku. Ku keraskan volumenya agar semua orang tahu bahwa saya memiliki HP.”
Lalu ia bergegas mengguyur closed
tersebut. Namun naas, air tersebut tidak surut-surut melainkan bertambah meluap. Ia menyogok closed tersebut dengan tujuan agar surut. Cruuuuttttttt…… Tak
tahunya malah air yang ada di closed
muncrat dan tambah meluap. Tanpa bersalah ia langsung membersihkan bagian tubuhnya
dan langsung lari ke atas. Salah satu yang mengantre tadi asal masuk (mungkin
karena sudah kebelet). Dia pun terkejut, “Apaaaa???” yang masih di luar
bertanya, “Kenapaaa???” Dan di jawab lagi oleh yang berada di dalam, “Full tang
man.” Dan dengan serempak mereka berkata, “Oooo
la cah, wes ireng, ngebooman, urip sisan.”
Bayu sudah sampai ke ngedag lalu menyalakan rokoknya. Ia mulai berpikir untuk merangkai
kata-kata agar si cewe klepek-klepek (Oh iya, cewe itu panggil saja Mylta,
perlu diketahui nama lengkapnya adalah Mylta Suklinov. Kata itu berasal dari orang
tuanya. Mylta yaitu Karmy Lan Suta, Suklinov adalah Setu Kliwon November).
“Andaikan bulan tak seindah wajahmu
Manis madu tak semanis senyummu
Pandanganmu menyentuh sampai kelubuk hatiku
Suaramu seperti aungan merdu sebuah melody
Mantra
apa sih yang kau berikan padaku?
Hingga
kau buat aku jatuh berlutut oleh cintamu
Seolah
aku hanya menginginkanmu
Lihatlah
Tepat didepan mata hatimu
Ada sungai cinta mengalir deras seperti derasnya air terjun
Dan disitu terbentuklah pelangi
Ku harap pelangi itu adalah kamu
Yang akan selalu member warna di kehidupanku”
Lalu si Bayu meminum kopinya dan “ngempos” rokoknya. Tiba-tiba ia
mendapat inspirasi dari rokok.
“Wahai Sriwedariku
Cintaku takkan SAMPOERNA tanpamu
Maka dengan ucapak WISMILLAK
Ku bulatkan tekad tuk ungkapkan rasa ini padamu
Walaupun ku tahu diriku adalah BLACK
Andai engkau tahu
Cintaku seluas kota MALBORO
Sebesar GUDANG GARAM
Setajam DJARUM SUPER
Ketahuilah
Kan ku cintaimu hingga sang SURYA tak lagi muncul
Ku berjanji
Takkan men-DJI SAM SOE-kan mu selamanya.”
Kemudian ia meminum kembali kopinya dan ia
langsung mengetik kata-kata tadi di Short
Message Service. Setelah itu, ia menunggu balasan si Mylta. Saat dia
berharap balasan dari Mylta, Mylta pun membalas (Apakah engkau tau apa yang dibalas
oleh Mylta?) Jawabannya adalah “Y.”
Seketika itu, Bayu berkata, “Gob*** ya majnun
ya bahlul ya batrotim ya batrotim”. (mungkin karena terlalu frustasi karena
sudah panjang lebar kali tinggi dibagi dua tetapi balasannya hanya satu huruf).
Lalu si Bayu mencoba lemah lembut kepada si Mylta, kemudian dibalas kembali
olehnya,”tolong jangan di singkat-singkat ya,dek!” Mylta menjawab,”Iya, Mas.
Maaf kalau sudah begitu.” “Iya nggak apa-apa,dek. Aku mau bertanya dan tolong
langsung dijawab ya,dek!” kata Bayu. Mylta membalas kembali, “Iya,Mas. Apaan
ik?” Dengan serius Bayu berkata,”Maukah kamu menjadi pacarku?” “emmm…. Gimana
ya? Gini Mas Bayu. ASSSSSSMB.” Jawab si cewe idola Bayu. Dengan kebingungan
Bayu bertanya,”Itu maksudnya apa,dek?” “Aku Sorry-Sorry-Sorry-Sorry-Sorry-Sorry
Mas Bayu.” Dengan bersedih hati Bayu bertanya kepada Mylta, “Kenapaaa???”
“Karena aku tak memiliki 50% rasa padamu,Mas.” Jawab Mylta. “Berartikan masih
ada 50% lagi, itukan pasti ada rasa sama aku.” Dengan PD Bayu berkata seperti
itu. “Ya.. itu permasalahannya.50% ku tak punya rasa padamu, 50%nya lagi juga
tak punya.” Kata si Mylta dengan agak bercanda. Namun ketika Bayu akan
bertanya, teleponnya terputus.
Dengan emosi (biasalah, anak remaja yang masih
labil) Ia langsung menelpon Mylta kembali. Namun sayang, ternyata yang
mengangkat teleponnya adalah Operator dan berkata, “Maaf pulsa Anda tidak
mencukupi untuk panggilan ini.” Karena sudah terlanjur esmosi, Bayu bilang
kepada Operator dengan nada galak,” Hubungkan saya dengan yang saya telepon
tadi!!!” Si Operator kembali berkata, “Baik,Mas.”
Setelah dihubungkan, si Mylta mengangkat
telepon dari Bayu. Seketika itu Bayu langsung bernyanyi karena kecewa.
“Aduh kamu, iya kamu, kamu itu kamu, iya kamuu
Aduh kamu duhai gadis ayu paling ayu
Mengapa kau tolak cintaku?
Dan mengapa kau sengaki
aku
Setelah ku ungkapkan
perasaanku
Tega
niat dirimu tolak cintaku sayang
Kau
tolak dengan sejuta sengakmu
Soal
p’lajaran aku disayang-sayang
Luar
p’lajaran aku langsung kau tendang.”
“Huuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhh”, dengan kecewa Bayu bilang begitu.
Belum sempat Mylta berbicara Bayu bernyanyi kembali.
“Satu nusa wahai satu bangsa
Dan satu bahasa, bahasa Indonesia
Satu cewe, cewe yang terima
‘Pabila cowok di tolak, cewek digantung saja
‘Pabila cewe di tolak, harap dimaklum saja.
Hahahaha… Ckckckck… Wkwkwkwk… xixixixi… (dengan ketawa jahat Bayu
begitu).
Tiba-tiba hujan deras mengguyurnya. Lalu ia
terbangun dari tidurnya karena ternyata eh ternyata dia disemprot oleh pengurus
pondok dan ia berkata, “Jadi semua itu hanya mimpi? Alhamdulillah.”
Esok harinya, berjalan dengan normal seperti
biasa, bersekolah dan bisa dekat dengan Mylta tanpa harus mengungkapkan
perasaanya. Ia pernah berpikir bahwa si cewe idolanya sudah memilih teman
hatinya. Kemudian ia berprinsip, “Kita jalani saja apa adanya, bila memang
jodoh takkan kemana. Di buat slow kendow aja mamen.” Namun saat ini si Bayu
kembali terpatahkan hatinya karena pemikirannya menunjukkan tanda-tanda positif
bahwa si Mylta suka seseorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar