Sabtu, 13 September 2014

Anekdot Curhatanku

Oleh : 
Muhammad Ali Murtadho :D

Di suatu malam yang sangat dingin. Ada seorang santri yang bernama Bayu dan ia sedang merasakan indahnya jatuh cinta. Ia memandang ke langit dan disitu bertaburlah bintang-bintang yang sangat indah. Tak sengaja ia teringat kepada si cewe.

Terlintas di pikiran si Bayu untuk membuat suatu karangan yang akan dia khususonkan kepada si cewe idolanya (So Sweet). Lalu, ia bersiap ke tempat yang ia pikir cukup sunyi yaitu di “Ngedag”. Tak lupa ia pergi kesana dengan membawa secangkir kopi dan sebungkus rokok.

Sesampainya di ngedag , ia berpikir dimana tempat  yang nikmat untuk membuat karangan dan memunculkan inspirasi. Akhirnya, ia pun tahu dimana tempat yang cocok yaitu di ujung. Lalu ia duduk santai sambil menyalakan rokok.

“Allamak…. Gimana bisa nyala orang koreknya saja tak ku bawa?” kata si Bayu. Ia turun lagi untuk mengambil korek beserta HP barunya yang baru saja di beli dari konter HP (yaiyalah, masak di sawah? Kan nggak mungkin). Sebelum ia kembali ke ngedag, ia mengeraskan volume dering HP barunya itu. Namun, saat di tengah perjalanan, tiba-tiba ia kebelet dan bahkan sudah di ujung. Ia langsung saja ke WC dan langsung melepaskan “BOOM” nya.

Tiba-tiba dia pun tanpa sadar tertidur saat mengeboom. Tiba-tiba temannya menelpon dirinya (kan volumenya keras tuh) dan berbunyilah dengan sangat  kerang “teng-teng-teng-teng-teng-teng-teng-teng.” Namun ia tetap tertidur, di luar WC ada dua orang yang mengantre dan salah satu berkata,”eh itu HP mu?” yang satunya menjawab, “tidak, mungkin yang sedang didalam itu.” Belum sadar, Bayu mendengar kata mereka dan ia berkata, “Iya ini HP ku. Ku keraskan volumenya agar semua orang tahu bahwa saya memiliki HP.” Lalu ia bergegas mengguyur closed tersebut. Namun naas, air tersebut tidak surut-surut melainkan bertambah  meluap. Ia menyogok closed tersebut dengan tujuan agar surut. Cruuuuttttttt…… Tak tahunya malah air yang ada di closed muncrat dan tambah meluap. Tanpa bersalah ia langsung membersihkan bagian tubuhnya dan langsung lari ke atas. Salah satu yang mengantre tadi asal masuk (mungkin karena sudah kebelet). Dia pun terkejut, “Apaaaa???” yang masih di luar bertanya, “Kenapaaa???” Dan di jawab lagi oleh yang berada di dalam, “Full tang man.” Dan dengan serempak mereka berkata, “Oooo la cah, wes ireng, ngebooman, urip sisan.”

Bayu sudah sampai ke ngedag lalu menyalakan rokoknya. Ia mulai berpikir untuk merangkai kata-kata agar si cewe klepek-klepek (Oh iya, cewe itu panggil saja Mylta, perlu diketahui nama lengkapnya adalah  Mylta Suklinov. Kata itu berasal dari orang tuanya. Mylta yaitu Karmy Lan Suta, Suklinov adalah Setu Kliwon November).

“Andaikan bulan tak seindah wajahmu
Manis madu tak semanis senyummu
Pandanganmu menyentuh sampai kelubuk hatiku
Suaramu seperti aungan merdu sebuah melody

                        Mantra apa sih yang kau berikan padaku?
                        Hingga kau buat aku jatuh berlutut oleh cintamu
                        Seolah aku hanya menginginkanmu

Lihatlah
Tepat didepan mata hatimu
Ada sungai cinta mengalir deras seperti derasnya air terjun
Dan disitu terbentuklah pelangi
Ku harap pelangi itu adalah kamu
Yang akan selalu member warna di kehidupanku”

Lalu si Bayu meminum kopinya dan “ngempos” rokoknya. Tiba-tiba ia mendapat inspirasi dari rokok.

“Wahai Sriwedariku
Cintaku takkan SAMPOERNA tanpamu
Maka dengan ucapak WISMILLAK
Ku bulatkan tekad tuk ungkapkan rasa ini padamu
Walaupun ku tahu diriku adalah BLACK
Andai engkau tahu
Cintaku seluas kota MALBORO
Sebesar GUDANG GARAM
Setajam DJARUM SUPER
Ketahuilah
Kan ku cintaimu hingga sang SURYA tak lagi muncul
Ku berjanji
Takkan men-DJI SAM SOE-kan mu selamanya.”

Kemudian ia meminum kembali kopinya dan ia langsung mengetik kata-kata tadi di Short Message Service. Setelah itu, ia menunggu balasan si Mylta. Saat dia berharap balasan dari Mylta, Mylta pun membalas (Apakah engkau tau apa yang dibalas oleh Mylta?) Jawabannya adalah “Y.”

Seketika itu, Bayu berkata, “Gob*** ya majnun ya bahlul ya batrotim ya batrotim”. (mungkin karena terlalu frustasi karena sudah panjang lebar kali tinggi dibagi dua tetapi balasannya hanya satu huruf). Lalu si Bayu mencoba lemah lembut kepada si Mylta, kemudian dibalas kembali olehnya,”tolong jangan di singkat-singkat ya,dek!” Mylta menjawab,”Iya, Mas. Maaf kalau sudah begitu.” “Iya nggak apa-apa,dek. Aku mau bertanya dan tolong langsung dijawab ya,dek!” kata Bayu. Mylta membalas kembali, “Iya,Mas. Apaan ik?” Dengan serius Bayu berkata,”Maukah kamu menjadi pacarku?” “emmm…. Gimana ya? Gini Mas Bayu. ASSSSSSMB.” Jawab si cewe idola Bayu. Dengan kebingungan Bayu bertanya,”Itu maksudnya apa,dek?” “Aku Sorry-Sorry-Sorry-Sorry-Sorry-Sorry Mas Bayu.” Dengan bersedih hati Bayu bertanya kepada Mylta, “Kenapaaa???” “Karena aku tak memiliki 50% rasa padamu,Mas.” Jawab Mylta. “Berartikan masih ada 50% lagi, itukan pasti ada rasa sama aku.” Dengan PD Bayu berkata seperti itu. “Ya.. itu permasalahannya.50% ku tak punya rasa padamu, 50%nya lagi juga tak punya.” Kata si Mylta dengan agak bercanda. Namun ketika Bayu akan bertanya, teleponnya terputus.

Dengan emosi (biasalah, anak remaja yang masih labil) Ia langsung menelpon Mylta kembali. Namun sayang, ternyata yang mengangkat teleponnya adalah Operator dan berkata, “Maaf pulsa Anda tidak mencukupi untuk panggilan ini.” Karena sudah terlanjur esmosi, Bayu bilang kepada Operator dengan nada galak,” Hubungkan saya dengan yang saya telepon tadi!!!” Si Operator kembali berkata, “Baik,Mas.”

Setelah dihubungkan, si Mylta mengangkat telepon dari Bayu. Seketika itu Bayu langsung bernyanyi karena kecewa.

“Aduh kamu, iya kamu, kamu itu kamu, iya kamuu
Aduh kamu duhai gadis ayu paling ayu
Mengapa kau tolak cintaku?
Dan mengapa kau sengaki aku
Setelah ku  ungkapkan perasaanku
                        Tega niat dirimu tolak cintaku sayang
                        Kau tolak dengan sejuta sengakmu
                        Soal p’lajaran aku disayang-sayang
                        Luar p’lajaran aku langsung kau tendang.”

“Huuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhh”, dengan kecewa Bayu bilang begitu. Belum sempat Mylta berbicara Bayu bernyanyi kembali.

“Satu nusa wahai satu bangsa
Dan satu bahasa, bahasa Indonesia
Satu cewe, cewe yang terima
‘Pabila cowok di tolak, cewek digantung saja
‘Pabila cewe di tolak, harap dimaklum saja.
Hahahaha… Ckckckck… Wkwkwkwk… xixixixi… (dengan ketawa jahat Bayu begitu).

Tiba-tiba hujan deras mengguyurnya. Lalu ia terbangun dari tidurnya karena ternyata eh ternyata dia disemprot oleh pengurus pondok dan ia berkata, “Jadi semua itu hanya mimpi? Alhamdulillah.”

Esok harinya, berjalan dengan normal seperti biasa, bersekolah dan bisa dekat dengan Mylta tanpa harus mengungkapkan perasaanya. Ia pernah berpikir bahwa si cewe idolanya sudah memilih teman hatinya. Kemudian ia berprinsip, “Kita jalani saja apa adanya, bila memang jodoh takkan kemana. Di buat slow kendow aja mamen.” Namun saat ini si Bayu kembali terpatahkan hatinya karena pemikirannya menunjukkan tanda-tanda positif bahwa si Mylta suka seseorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar